Koleksi Tas Musim Panas Louis Vuitton Bernuansa Batik

louis vuitton crafty collection

Koleksi tas musim panas Louis Vuitton saat ini mulai digemari semua orang. Karena nuansanya khas dengan batik sebagai salah satu warisan budaya warga Indonesia di mana kepopulerannya mencapai seluruh penjuru dunia. Tidak heran bila banyak brand internasional menggunakan batik untuk koleksinya.

Bahkan baru-baru ini LV mulai merilis Craft Collection seperti bernuansa batik. Tas jinjing lengkap bersama monogram khas Louis Vuitton tersebut bersiluet tote bag mempunyai motif seperti berbentuk etnik nusantara. Sehingga begitu diluncurkannya pertama kali langsung disambut hangat oleh orang-orang.

Dominasi warna cokelat, putih, hitam menjadi kombinasi monogram terbaik milik LV. Kombinasi warna tersebut mengelilingi semua permukaan tasnya. Siapa sangka bila ternyata koleksi aksesoris musim panasnya sekarang mendapat inspirasi dari seni di abad 20. Yaitu tentang neo ekspresionisme juga grafitisme.

Motif Etnik Batik LV dalam Crafty Collection

Selain memperkenalkan tas, ternyata Louis Vuitton juga meluncurkan sandal, tote bag, serta syal dengan harga sekitar 2.050 Euro atau senilai dengan 35,2 juta per pcs. Meskipun sebenarnya masih ada banyak budaya lain dengan teknik motif seperti batik, namun kehadiran brand internasional ini menakjubkan.

Motif Etnik Batik LV

Motif Etnik Batik LV

Karena kehadirannya membuat kreativitas pengrajin lokal semakin meningkat untuk menciptakan kreasi lainnya agar dilirik oleh wisatawan internasional. Kemunculan tas musim panas Louis Vuitton terbarunya ke dalam crafty collection membuat warga Indonesia kaget dibuatnya. Sekilas motifnya terlihat seperti gambaran khas budaya Indonesia.

Dalam unggahannya dalam akun IG miliknya waktu lalu, ada model sedang membawa tote bag bermonogram LV seperti bermotif nusantara. Ada 3 warna di dalamnya, yaitu hitam, putih, cokelat. Ketiganya membentuk sebuah kombinasi monogram bertuliskan LV dengan ukuran besar mengelilingi tasnya.

Selain menggunakan 3 warna tersebut, ternyata merk ini juga menggunakan koleksi cerah lainnya untuk assesoris musim panasnya yaitu merah. Di mana menurut banyak sumber, koleksi musim panasnya bersumber dari 2 gerakan artistik saat memasuki pertengahan abad ke-20. Yaitu seputar neo ekspresionisme juga grafitisme.

Dalam situs resminya, Louis Vuitton meluncurkan banyak sekali koleksi musim panas meliputi tas, syal, sandal. Untuk harga jual tote bag bermotif layaknya nusantara LV dijual senilai Rp35,2 juta atau 2.50 Euro. Sehingga tidak semua orang mampu membelinya karena harganya mahal.

Motif dibuat seperti ini sebenarnya bukan pertama kalinya dijadikan bagian koleksi rumah mode dunia. Sebelumnya mode Dior pernah meluncurkannya juga dalam koleksi Cruise 2020. Di mana dalam koleksinya menghadirkan busana seperti khas batik Indonesia. Sehingga menakjubkan.

Bahan Pembuatan Tas Musim Panas Louis VuittonĀ 

Motif seperti batik ini ternyata bukan dari Indonesia. Namun Chiuri mengatakan bahwa motifnya berasal dari kain tradisional khas Afrika bernama wax fabric. Sekilas, motifnya seperti gambaran dari Indonesia karena berasal dari lilin dalam pembuatan bahannya.

Maria Grazia Chiuri, desainer Dior telah bekerja sama dengan studio serta pabrik uniwax di Pantai Gading. Itu adalah salah satu pabrik terakhir memproduksi kain wax fabric lewat teknik artisanal mekanis. Sehingga hasil buatannya benar-benar membanggakan.

Tas Musim Panas Louis VuittonĀ 

Tas Musim Panas Louis Vuitton

Sementara itu, Musa Widyatmodjo seorang desainer Indonesia mengatakan bahwa teknik pembuatan kain ada banyak. Beberapa diantaranya seperti batik tulis di Indonesia sehingga membuat tas musim panas Louis Vuitton seperti khas nusantara motifnya. Ini sama halnya motif milik Afrika.

Wax printing Afrika memiliki cara pembuatan layaknya batik serta tersebar di mana-mana tidak hanya sekedar di Indonesia. Motif buatannya sangat unik serta aneh sehingga dijadikan sebagai identitas juga trademarknya tersendiri. Hal unik lainnya datang dari kain Togo karena bisa dijadikan ide koleksi tahunan rumah mode dunia.

Hadirnya koleksi tahunan Louis Vuitton seperti batik membuat kesempatan para pengrajin lokal semakin berkembang. Saat ini pengrajin motif lokal bisa berkreasi lagi dalam membuat motif baru kekinian agar terlihat unik namun tanpa meninggalkan estetika bangsa sendiri.

Dilihat dari manapun, koleksi milik LV memang terlihat menarik. Bahkan sejak zaman dahulu kala, produknya selalu laris di pasaran. Hal ini membuktikan bahwa merk ini mampu menarik minat semua orang dari seluruh dunia. Maka dari itu koleksi tas musim panas Louis Vuitton bernuansa batik populer.